Festival Sinema Prancis

Prancis merupakan negara eksportir film kedua di dunia, setelah Amerika Serikat. Pencapaian ini ditunjukkan melalui Festival Sinema Prancis yang diselenggarakan di seluruh dunia, di Asia meliputi: Singapura, Peking, Yokohama, Manila, dan lainnya. Diselenggarakan sejak tahun 1996 oleh Institut Français Indonesia (IFI), Festival Sinema Prancis merupakan festival film asing pertama dan kesempatan utama bagi masyarakat Indonesia untuk menemukan keragaman dan kualitas produksi film Prancis. Dalam beberapa tahun terakhir, industri perfilman Indonesia telah berkembang dan mengungguli industri perfilman di berbagai negara Asia Tenggara, baik dalam produktivitas film (137 film pada 2018), maupun dengan pembangunan bioskop multipleks (400 layar tambahan direncanakan pada 2019).

Sekarang, sebagai pasar baru yang menjanjikan, seluruh dunia memperhatikan pertumbuhan industri perfilman Indonesia. Dengan situasi yang baik ini, serta minat yang tiada henti dari pecinta film di Indonesia terhadap produksi film Prancis, IFI dengan konsisten menghadirkan Festival Sinema Prancis yang menyuguhkan semua genre, seperti komedi, aksi, drama, romansa, dokumenter, serta fantasi. Dengan demikian, besar harapan bahwa para pecinta film di Indonesia juga dapat menikmati suguhan karya-karya sineas Prancis. 

Di Medan, acara ini diselenggarakan oleh Alliance Française Medan bekerja sama dengan mini teater lokal sebagai mitra lokasi serta berbagai institusi, komunitas dan mitra media.

Di tengah-tengah pandemi yang tak kunjung usai, kami berinisiatif untuk mengadakan sebuah kegiatan lain berbasis daring dalam rangka Festival Sinema Prancis yang seyogiyanya diadakan secara tatap muka dengan pemutaran film Prancis. 

#FestivalSinemaPrancis 2020: Creative Talk, Learning from Indonesian and French Film Industry.

Bincang-bincang ini didedikasikan untuk para sineas dan pecinta film dengan mendiskusikan situasi industri perfilman pada krisis kesehatan saat ini dan menemukan perspektif baru dalam mempererat kerja sama antara Indonesia dan Prancis. Creative Talk tahun ini menghadirkan pembicara dari Indonesia dan Prancis yang ahli di bidangnya, serta perwakilan dari Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif dan Kementerian Pendidikan & Kebudayaan. Diselenggarakan antara 13-19 November 2020 secara virtual, Creative Talk mencakup topik penting seperti Restorasi, Pengarsipan, Distribusi, Komisi Perfilman, dan Co-produksi.